STNK dan BPKB Kebanjiran, Berikut Cara Bikin Baru dan Biayanya di Tahun 2020

STNK dan BPKB Kebanjiran, Berikut Cara Bikin Baru dan Biayanya –  Tak hanya memporak-porandakan bangunan dan insfrastruktur, banjir yang melanda ibukota Jakarta beberapa waktu lalu juga turut memberi dampak besar dalam dunia otomotif. Tercatat, ribuan unit mobil terbawa genangan banjir. Salah satunya adalah BMW F30 berwarna putih terbawa banjir yang sempat viral dan menyita banyak kalangan di jagat maya.

Di sisi lain, ternyata banjir besar ini tak hanya membenamkan mobil atau motor saja, namun juga surat-surat penting seperti lainnya, yakni STNK dan BPKB Kebanjiran. Untuk Anda yang mengalami musibah seperti ini, ternyata Anda bisa mengurus STNK dan BPKB baru dengan cara membuat surat-surat duplikasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak Polda Metro Jaya.

STNK dan BPKB Kebanjiran, Berikut Cara Bikin Baru dan Biayanya
STNK dan BPKB Kebanjiran, Berikut Cara Bikin Baru dan Biayanya

STNK dan BPKB Kebanjiran, Berikut Cara Bikin Baru dan Biayanya

Berikut beberapa poin penting mengenai Biaya dan Cara Ganti Baru STNK dan BPKB Kebanjiran sesuai hukum berlaku di Indonesia yang telah diatur dalam undang-undang.

STNK Kebanjiran

Pihak Registrasi dan Identifikasi Korps Lalu Lintas Polri menegaskan, masyarakat yang ingin mengganti STNK yang Kebanjiran baik itu untuk mobil dan motor bisa mendatangi kantor Sistem Manunggal Satu Atap (Samsat) sesuai tempat dimana kendaraan tersebut pertama kali didaftarkan.

Disini mungkin akan timbul pertanyaan baru. Dokumen apa saja yang harus dibawa untuk pergantian bikin baru STNK Kebanjiran? Nah, yang Anda butuhkan adalah STNK atau BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) yang terkena dampak banjir, serta KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang Anda miliki. Karena STNK kebanjiran tersebut hanya terkena dampak kecil, maka Anda tak perlu membuat laporan polisi, kecuali hilang hanyut ditelan banjir.

BPKB Kebanjiran

Khusus bagi BPKB kebanjiran, ada syarat-syarat tertentu yang wajib Anda penuhi sebab prosedur penggantian BPKB rusak telah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 5 tahun 2012. Berbeda dengan STNK kebanjiran di atas dimana persyaratannya sedikit lebih mudah. Syarat utama mengganti BPKB Kebanjiran adalah mengisi formulir permohonan untuk pergantian BPKB, menambahkan lampiran KTP, bukti BPKB kebanjiran, serta bukti hasil pemeriksaan cek fisik mobil atau motor.

Seperti kejadian yang sudah-sudah, pihak Polda Metro Jaya telah menyiapkan posko pelayanan dokumen kendaraan yang rusak (STNK dan BPKB kebanjiran). Posko tersebut berada di Gedung Biru Direktorat Lalu Lintas Polda Metro, Jakarta.

Biaya Ganti STNK dan BPKB Kebanjiran

Sayangnya, polisi tak ganti gratis STNK dan BPKB korban banjir yang terkena dampak. Sebab efek dari kejadian ini sudah diatur dalam peraturan resmi. Tak hanya banjir saja, namun juga bencana lainnya seperti gempa, tsunami, atau kebakaran. Untuk biayanya sendiri telah diatur dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak di PP60 Tahun 2016 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Republik Indonesia.

Polda Metro Jaya menjelaskan, untuk biaya ganti baru untuk BPKB Kebanjiran adalah 225 ribu rupiah untuk BPKB baru bagi sepeda motor dan 375 ribu rupiah bagi mobil. Sedangkan biaya ganti baru untuk STNK kebanjiran adalah 100 ribu rupiah bagi sepeda motor dan 200 ribu rupiah untuk mobil.

Demikian sedikit informasi penting mengenai biaya dan cara ganti baru STNK dan BPKB Kebanjiran. Untuk pengalaman ke depannya, dokumen penting adalah hal wajib yang perlu Anda selamatkan. Tak hanya STNK atau BPKB saja, tapi dokumen lain seperti ijazah, sertifikat tanah, hingga sertifikat bangunan agar tak terjadi hal yang tak diinginkan ke depannya. Semoga membantu.